MITOS DAN FAKTA SEPUTAR IBU MENYUSUI


Pengalaman dalam menyusui yang dimiliki oleh keluarga teman atau lingkungan itu mampu berkontribusi terhadap keinginan ibu untuk menyusui dan pengambilan keputusan untuk selalu menyusui bayinya. Ketika ibu mendapatkan informasi yang benar tentang menyusui maka kemungkinan ibu akan menyusui dengan baik dan berhasil melaksanakan ASI eksklusif sangat besar dan begitupun sebaliknya. Masih banyak mitos tentang menyusui yang berkembang di masyarakat yang tidak ada bukti ilmiah kebenarannya beberapa mitos yang berkembang diantaranya adalah sebagai berikut : 
  1. Mitos tentang kolostrum tidak diberikan kepada bayi karena kolostrum tersebut berwarna kuning. Padahal faktanya adalah kolostrum harus diberikan kepada bayi karena banyak mengandung antibodi untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
  2. Mitos tentang kandungan ASI pada payudara kanan dan kiri berbeda. Ada yang mengatakan bahwa yang kanan adalah makanan dan yang kiri adalah minuman. Faktanya adalah secara umum payudara kanan dan kiri itu secara bentuk fungsi dan produksi adalah sama. Pada payudara kiri dan kanan itu memiliki kandungan nutrisi ASI yang sama. Oleh karena itu ibu harus menyusui bayinya secara maksimal dan melakukan pengosongan secara optimal pada setiap payudara. hal ini juga bisa mencegah terjadinya bendungan ASI.
  3. Mitos bahwa ASI yang encer menunjukkan bahwa kualitasnya tidak baik. Faktanya adalah ASI yang dikeluarkan setiap payudara itu memiliki dua tahap yaitu ASI formilk (encer) dan ASI handmilk (kental). Pada kedua tahapan ini memiliki fungsi tersendiri. ASI formilk akan keluar pada awal menyusui bayi sedangkan Hindmilk akan keluar setelah beberapa menit menyusui. Oleh sebab itu Bunda disarankan untuk menyusui bayi sekitar 25 atau 30 menit pada setiap payudara agar mendapatkan ASI formilk dan ASI handmilk. Semakin lama durasi bayi meyusu, maka akan semakin maksimal ASI yng didapatkan oleh bayi.
  4. Mitos tentang payudara kecil maka produksi ASI sedikit. Padahal faktanya adalah ukuran payudara tidak berpengaruh terhadap jumlah ASI yang diproduksi. Yang mempengaruhi produksi ASI adalah hormon prolaktin dan oksitosin dimana hormon prolaktin ini akan distimulasi dengan seringnya hisapan bayi dan hormon oksitosin  dengan stimulasi kondisi tubuh ibu yang rileks dan kondisi ibu yang bahagia saat menyusui.